Kekeliruan Umum tentang Uang Kertas

Posted: 10 September 2012 in Uncategorized
Tag:, ,

Detik ini banyak orang yang masih percaya bahwa uang kertas diterbitkan oleh bank sentral dengan back up logam mulia, emas dan atau perak. Ini sungguh keliru. Kebanyakan uang kertas langsung kehilangan nilai ekuivalennya untuk dapat ditukarkan dengan emas dan perak (ataupun komoditas lainnya) dalam tahun yang sama dengan saat ia diterbitkan. Telaah atas sejarah uang kertas menunjukkan kegagalan yang selalu dialami oleh otoritas yang menerbitkannya untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya (saat ada warga mau menebuskan uang kertas), yang pada mulanya adalah dalam bentuk emas dan perak.

Setelah PD II kebanyakan mata uang di dunia ini telah bergabung dengan Perjanjian Bretton Wood (dibentuk 1944). Dalam sistem Bretton Wood kebanyakan mata uang kertas ini dikaitkan dengan Dolar AS yang dikaitkan dengan emas, dengan kesetaraan 35 Dolar AS/troy ounce emas. Sistem ini akhirnya dibubarkan secara sepihak oleh Richard Nixon, Presiden AS, pada 1971. Sejak saat itu tidak ada satupun mata uang kertas yang didukung dengan emas. uang kertas, sepenuhnya adalah ‘uang fiat’ yang nilainya didasarkan sepenuhnya semata-mata atas ‘jaminan’ hukum dari pemerintah. Saat ini bahkan uang kertas ini pun semakin sedikit dibutuhkan sebab telah digantikan hanya dengan byte-byte dalam komputer, yang ditransaksikan secara elektronik.

Di sini ada kesalahkaprahan lain di tengah kita yang secara keliru mempercayai bahwa uang kertas suatu negara diterbitkan oleh pemerintah. Yang benar adalah uang kertas, maupun koin-koin recehan yang terkait dengannya – dan byte dalam komputer yang diciptakannya – diterbitkan oleh Bank Sentral. Sudah ditunjukkan di atas kebanyakan bank sentral adalah perusahaan swasta, milik pribadi sekelompok bankir. Lebih dari itu, sebagian besar uang yang beredar di tengah masyarakat, tidak lagi berbentuk ‘uang fisik’ (uang kartal, kertas dan koin). Kebanyakan uang yang beredar saat ini berbentuk deposito dan kredit (uang giral), berupa kertas cek maupun byte, yang dibuat oleh bank-bank komersial. Perbandingan antara uang fisik dan uang ciptaan bank komersial ini biasanya adalah 1:20, ini suatu angka yang menjadi standar internasional Bank Sentral. Ini berarti bahwa sebagian besar uang yang berada di tengah kita sebenarnya diterbitkan oleh perbankan komersial swasta.

Jadi, siapa yang paling bertanggung-jawab atas pemasokan uang di tengah kita? Jawabnya adalah institusi swasta, yang kita sebut bank komersial ini, yang tentu saja, mendapatkan keuntungan luar biasa dari penciptaan uang dari ketiadaan ini. Perlu ditambahkan di sini, pemerintah (walaupun sudah sepenuhnya dikendalikan oleh jaringan bankir swasta global), cenderung diswastanisasi sepenuhnya. ini akan berarti bahwa pemaksaan alat pembayaran, yang berarti secara esensial adalah sebentuk pemajakan, tidak ditarik oleh pemerintah melainkan perusahaan swasta (perbankan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s